logo

MENU

Menyalahi Aturan, Ini Kasus Kerumunan di Indonesia Saat Pandemi

Menyalahi Aturan, Ini Kasus Kerumunan di Indonesia Saat Pandemi


Disaat ini Indonesia tengah berada di masa transisi mengarah new normal, di mana tempat umum serta bermacam aktivitas telah mulai dapat dilakukan.

Namun senantiasa dengan memerhatikan protokol covid- 19. Tetapi, nyatanya masih terdapat sebagian aktivitas berkumpul yang masih menyalahi aturan- aturan kayak menjaga jarak, tidak lebih dari 20 orang ataupun tidak memakai masker sama sekali.

Berikut merupakan deretan aktivitas meresahkan yang melibatkan keramaian di tengah masa transisi:

1. Yoga Massal di Ubud, Bali


Potret- potret WNA yang tengah berkumpul buat mengadakan aktivitas kelas yoga bersama- sama diviralkan oleh screenwriter@JennyJusuf. Aktivitas yang berlokasi di Ubud, Bali ini tidak mempraktikkan jaga jarak serta penerapan masker.

Cuitan Jenny ini pernah diberitakan hoax sebab dituding memakai gambar dari aktivitas tahun kemudian. Tetapi, benar terdapatnya kalau aktivitas ini dilaksanakan baru- baru ini. Pihak penyelenggara juga menyampaikan klarifikasi lewat halaman Instagramnya. Sepenuhnya bisa dibaca DI Mari.

2. Car Free Day( CFD) Jakarta Kembali Dibuka

wikimedia
Pembukaan CFD Jakarta ini memperoleh reaksi yang bersemangat dari warga. Sebagian masyarakat Jakarta berbondong- bondong buat menyongsong kembali aktivitas yang teratur dilakukan tiap hari Minggu ini. Tetapi, foto warga yang penuhi CFD serta tidak mencermati jaga jarak tersebar di sosial media serta menuai bermacam kritik dari warganet.

Tidak hanya belum terbiasa dengan menjaga jarak, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja( Satpol PP) DKI Jakarta Arifin menuturkan, pelanggaran yang banyak terjadi yakni warga tidak memakai masker sehingga tidak diperbolehkan masuk ke zona CFD.

Berikutnya, sebanyak 350 orang mengikuti rapid test yang diselenggarakan di situ serta 2 orang mengalami reaktif virus corona Covid- 19. Mereka setelah itu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Bila memang hasil swab testnya positif, maka mereka bakal dirawat.

3. Acara Perkawinan di Semarang

unsplash
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan acara perkawinan yang diselenggarakan masyarakat jadi klaster baru timbulnya permasalahan positif virus Corona di daerah Semarang. Acara perkawinan yang diselenggarakan pada 11 Juni 2020 ini diberitakan tidak sesuai dengan protokol kesehatan sebab tamu undangan yang tiba lebih dari 30 orang. Usai acara berlangsung, sebagian saudara pengantin terinfeksi Covid- 19 sampai ada yang meninggal dunia.

Didapatkan dari hasil tracing, rupanya takmir masjid pelaksana kegiatan perkawinan terserang Covid- 19 serta menularkan pada tamu undangan.

4. Lokasi Berkemah di Bogor Padat Pendaki


Lokasi perkemahan Bukit Alas Bandawasa di Bogor, Jawa Barat sempat jadi pembicaraan hangat di sosial media. Alasannya account@pendakilawas memberikan gambar ramainya lokasi tersebut di tengah masa PSBB pada Minggu( 31/ 5). Padahal, dikala itu masa PSBB Jawa Barat baru bakal berakhir pada 12 Juni 2020.

Tweet tersebut mengkhawatirkan warga sebab puluhan tenda yang terpasang bersebelahan serta ratusan pendaki yang berkemah berhimpitan satu sama lain memenuhi tanah luas area bukit.

Artikel Lainnya