logo

MENU

Akhir Pandemi Corona di Indonesia Diprediksi Salah Satu Yang Terlama Dibanding Negara Lain

Akhir Pandemi Corona di Indonesia Diprediksi Salah Satu Yang Terlama Dibanding Negara Lain



Universitas Teknologi serta Desain Singapore memprediksi pandemi virus corona SARS- CoV- 2( Covid- 19) di Indonesia bakal berakhir pada bulan Juni 2020. Perihal itu bersumber pada hasil estimasi informasi yang diperoleh sampai 24 April 2020.


Dalam web formal, SUTD memakai model SIR( susceptible- infected- recovered) yang diregresikan bersumber pada informasi dari berbagai negeri buat memperkirakan kurva siklus hidup pandemi serta memprediksi kapan pandemi tersebut bakal berakhir. SUTD mengumpulkan informasi dari berbagai negeri.

SUTD memakai model matematis SIR( susceptible- infected- recovered) buat memprediksi akhir pandemi di ke- 27 negara. Model ini memakai tata cara analisis statistik bersumber pada informasi jumlah orang ataupun populasi yang rentan, positif terinfeksi, serta sembuh. Prediksinya cenderung berganti dengan informasi yang senantiasa diperbarui tiap harinya.

Hasilnya, bagi simulasi informasi tersebut pada Sabtu( 25/ 4), Indonesia terletak di peringkat 24 dari 27 negara yang dapat mengakhiri pandemi virus corona paling cepat. Indonesia diprediksi baru dapat menggapai akhir pandemi corona pada 6 Juni, tercantum salah satu yang terlama dibandingkan negara lain.
Simulasi prediksi berakhirnya pandemi COVID- 19 di Indonesia oleh Singapura University of Technology and Design. Gambar: Singapura University of Technology and Design

Perlu waktu kurang lebih 1, 5 bulan lagi untuk Indonesia untuk berada di akhir pandemi. Permasalahan positif virus corona COVID- 19 di Indonesia bakal menggapai 97 persen dari yang diperkirakan pada 6 Juni. Indonesia diprediksi hanya lebih cepat dari Pakistan( 8 Juni), Qatar( 26 Juli), serta Bahrain( 6 Agustus).

Sedangkan buat negara yang diprediksi dapat mengakhiri pandemi virus corona sangat cepat merupakan Jerman pada 2 Mei, Spanyol pada 3 Mei, Prancis pada 5 Mei, serta Italia pada 7 Mei.
Rapid test para TKI asal Malaysia. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Walaupun ada prediksi ini, kita senantiasa butuh melindungi diri serta menjalankan seluruh hal buat menghindari penyebaran virus corona menjadi semakin luas. Ini disebabkan pertumbuhan permasalahan virus corona di Indonesia dalam satu bulan terakhir belum menunjukkan wabah tersebut bakal musnah dalam waktu dekat. Itu sebabnya uji massal terus digenjot pemerintah, walaupun terdapat keterbatasan perlengkapan deteksi virus corona.

Sedikit berbeda dengan prediksi dari hasil pemodelan yang dikeluarkan SUTD, Pimpinan Satuan Tugas( Satgas) Penanganan Corona, Doni Monardo, beberapa waktu kemudian juga pernah menyinggung soal kemampuan puncak akhir pandemi di Indonesia.

Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Bersumber pada analisis para ahli di bidang matematika, kata Doni, kemampuan puncak akhir pandemi di Indonesia diprediksi berlangsung pada akhir Mei, tepatnya minggu ke- 3 ataupun ke- 4. Tetapi dirinya menyebut prediksi ini dapat dipatahkan dengan dukungan seluruh elemen warga.

“ Kita sanggup melaksanakan upaya maksimal buat kurangi akibat pandemi dengan tingkatkan disiplin individu serta kolektif. Keduanya wajib paralel karena tidak dapat cuma dicoba satu ataupun 2 orang, namun segala komponen bangsa. Dari pusat, ke tingkat provinsi, kabupaten, kota, desa sampai di lingkup RT serta RW,” tegas Doni, beberapa waktu lalu.


Artikel Lainnya