logo

MENU

7 Cara Mengatasi Produksi Air Liur Berlebihan Saat Puasa

7 Cara Mengatasi Produksi Air Liur Berlebihan Saat Puasa

Pernah hadapi keadaan air liur berlebih dikala puasa? Hmm, barangkali kalian menderita keadaan yang disebut dengan hipersalivasi. Biasanya, keadaan ini cuma bersifat sementara serta tidak sering mengindikasikan kendala kesehatan yang serius.
Kelenjar ludah sendiri pada dasarnya memproduksi kurang lebih 0. 5 Liter–1. 5 Liter liur per harinya. Tetapi, kita umumnya enggak menyadari perihal tersebut, sebab proses menelan liur berlangsung nyaris tanpa disadari. Nah, pada dikala puasa sanggup jadi produksi tersebut berlangsung kayak biasa, ataupun malah cenderung menurun. Tetapi, ada kalanya produksi air liur berlebih dikala puasa.

Hipersalivasi sendiri ialah keadaan yang disebabkan oleh produksi cairan saliva yang sangat banyak. Walhasil, air liur bisa keluar dengan sendirinya tanpa disadari. Kemudian, gimana sih metode menanggulangi air liur berlebih dikala puasa?

Panduan Menanggulangi Hipersalivasi dikala Puasa

Air liur berlebih dikala puasa memanglah dapat mengusik ibadah tersebut. Walaupun begitu, terdapat sebagian hal yang dapat kita jalani buat menanggulangi perihal ini. Misalnya:

Jauhi langsung tiduran sehabis makan dikala berbuka ataupun sahur, berilah jarak kurang lebih 2 jam.

Batasi mengkonsumsi santapan pedas serta asam, kedua makan tersebut dapat memicu pertambahan jumlah liur.

Mengkonsumsi santapan bergizi seimbang.

Cobalah buat komsumsi santapan dalam jatah sedikit, tetapi sering.

Jauhi merokok.

Minum air putih yang lumayan.

Jaga higienes mulut serta gigi.

Sebenarnya, buat menanggulangi air liur berlebih dikala puasa ataupun hipersalivasi, pemicu nyatanya wajib dikenal terlebih dulu. Sebab itu, hendaknya kita butuh menemui dokter ataupun dokter spesialis penyakit dalam buat mendiskusikan permasalahan tersebut. Di sini dokter hendak melaksanakan serangkaian pengecekan buat mencari pemicu serta memastikan metode penanganannya.
Contohnya, apabila air liur berlebih dikala puasa ataupun hipersalivasi berkaitan dengan permasalahan peradangan ataupun gigi berlubang, hingga hendaknya segeralah temui dokter gigi.

Tidak hanya itu, hipersalivasi bisa ditangani dengan obat yang memiliki glycopyrrolate serta scopolamine. Kedua obat ini bekerja bagaikan penghambat impuls saraf ke kelenjar saliva. Walhasil mulut akan lebih sedikit memproduksi saliva.

Awasi Penyebabnya

Air liur sesungguhnya mempunyai kedudukan berarti dalam sistem pencernaan. Air liur memiliki enzim yang dapat menolong proses mengolah santapan. Kemudian, apa sih yang menimbulkan hipersalivasi? Keadaan ini dapat diakibatkan oleh pemicu fisiologis( wajar) ataupun pemicu yang patologis( penyakit tertentu).

Nah, berikut sebagian penyebabnya:

Kehamilan.

Sariawan.

Penyakit refluks asam lambung( GERD).

Peradangan di wilayah mulut ataupun kerongkongan.

Terpapar toksin.

Luka ataupun trauma pada rahang.

Memakai gigi palsu.

Peradangan sungguh- sungguh, semacam tuberkulosis serta rabies.

Komsumsi obat penenang.

Yang butuh digarisbawahi, apabila produksi air liur berlebih dikala puasa ataupun hipersalivasi terus berlangsung dalam waktu lama, hendaknya temui dokter buat memperoleh anjuran serta penindakan yang pas. 

Artikel Lainnya