logo

MENU

Inilah Rahasia Mengapa Jendela Pesawat Berbentuk Bulat

Inilah Rahasia Mengapa Jendela Pesawat Berbentuk Bulat


Pesawat telah dikembangkan bertahun-tahun lamanya dengan berbagai terobosan dalam teknik aerospace. Mulai dari bentuknya yang sederhana hingga pesawat raksasa yang mampu membawa ratusan penumpang ditambah kargo.

Pesawat jet komersial mulai diminati pada 1950-an yang mampu terbang dengan kecepatan yang lebih tinggi dan ketinggian yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Namun nahas karena ada dua kecelakaan pesawat setelahnya.


British Overseas Airways Corporation (BOAC) mengoperasikan pesawat jet komersial pertama yang mengudara pada 1952, de Havilland Comet. Desain burung besi itu disebut sebagai pembawa perubahan.


Pada zaman pesawat masih menggunakan baling-baling, kapal terbang buatan Inggris itu telah menggunakan mesin jet sebanyak empat buah. Burung besi itu bisa terbang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya. Pesawat Comet juga memiliki jendela luas berbentuk kotak.

Tak hanya menjadi jet komersial pertama, Comet juga berkontribusi terhadap dunia penerbangan dengan sejumlah tragedi yang menimpa pesawat itu.


Iniden pertama terjadi pada 1954. Pesawat de Havilland Comet meledak di angkasa hanya 15 menit setelah lepas landas. Jet yang berangkat dari Roma menuju London dan membawa 35 penumpang dan kru itu, jatuh di Laut Mediterania.

Penyebabnya, yakni jendela berbentuk persegi. Jadi, sudut tajam itu adalah titik lemah alami di mana stres berkonsentrasi dan akan semakin melemah oleh tekanan udara.


Setelah dilakukan penyelidikan, de Havilland membuat sejumlah perubahan pada desain pesawat, termasuk mengubah jendela menjadi bulat. Dengan demikian, tegangan mengalir lebih merata di sekitar tepi jendela.

Bentuk lingkaran juga lebih kuat dan menahan deformasi. Dengan demikian dapat bertahan dari perbedaan tekanan ekstrim di bagian dalam dalam dan luar pesawat.




Artikel Lainnya