logo

MENU

8 Sisi Positif dari Penerapan Social Distancing

8 Sisi Positif  dari Penerapan Social Distancing


Salah satu dampak dari pandemi corona Covid-19 adalah kebijakan social distancing serta physical distancing yang diterapkan di berbagai negara. Kebijakan ini telah membuat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah atau di dalam ruangan.


Bagi kamu yang biasa menjalani hari dengan mobilitas tinggi, tentu kebijakan baru ini bisa cukup mengganggu. Namun, selain mencegah penyebaran Covid-19, penerapan social distancing justru banyak menarik banyak dampak positif.

1. Lebih dekat dengan keluarga di rumah


Saat diharuskan bekerja di rumah Ini tentu menjadi kesempatan agar bisa selalu terhubung dengan orang-orang tercinta di rumah yang sebelumnya hanya bisa diperoleh di hari libur. Hal-hal yang sebelumnya jarang dilakukan seperti menjalankan permainan edukatif bersama anak-anak, membantu isteri di rumah kini bisa lebih sering dilakukan.

2. Peduli pada sesama


Dampak dari social distancing membuat pendapatan para pengemudi ojek online menurun drastis. Sebab, Jika banyak orang memilih tinggal di rumah, penumpang ojek online pun sepi.Hal tersebut rupanya menyentuh kepedulian banyak orang.  Ini bisa dilihat dari meningkatkan gerakan memberi makanan gratis bagi pengemudi ojek online.

3. Dukungan membantu tenaga medis


Di penanganan pandemi COVID-19, tenaga medis yang bekerja di garis terdepan menjadi orang paling berisiko tertular virus tersebut. Risiko tersebut kian tinggi karena para tenaga medis kekurangan berbagai alat pelindung diri (APD), masker, dan hand sanitizer.

Simpati masyarakat pun mengalir. Kini muncul solidaritas dari berbagai kalangan untuk membantu tenaga medis mendapatkan APD, masker dan hand sanitizer.

Bantuan dari masyarakat tersebut bisa meringankan beban risiko yang harus dihadapi oleh para tenaga medis. Dukungan dari masyarakat luas juga bisa menambah semangat para tenaga medis dalam bekerja.

4. Meeting online lebih efisien dan hemat waktu


Berbagai aktivitas yang biasanya dilakukan dengan bertatap muka secara langsung kini harus dijalankan secara online. 

Siapa sangka, meeting online ternyata lebih efisien. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana untuk menyewa ruang meeting di hotel atau restoran, belum lagi soal biaya transportasinya. Selain itu, meeting online juga bisa menghemat waktu. Pembahasan rapat yang biasanya melebar kemana-mana bisa dibuat menjadi lebih fokus sehingga waktu yang dibutuhkan lebih singkat.

5. Melakukan hal yang tertunda


Dengan tetap berada di rumah, kamu bisa melakukan pekerjaan yang dahulu tertunda. Selama ini karena kesibukan bekerja di kantor, kamu mungkin tidak sempat melakukan hobi memasak, crafting, menjahit dan lain-lain. Sekarang, dengan banjirnya waktu luang dirumah, opsi untuk menunda hal-hal tersebut menjadi menipis. Dan juga, dengan menjalankan hobi yang disenangi, kamu menjadi lebih riang dan lebih sehat yang bisa berdampak baik bagi imunitas tubuh.

6. Menjalani Pola Hidup Sehat


                           

Saat anda sebelumnya memiliki waktu yang padat pastinya akan sulit menerapkan pola hidup sehat. Momen physical distancing ini menjadi kesempatan. Anda akan memiliki cukup waktu untuk menjaga tubuh tetap sehat dengan cara istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi, dan olahraga yang rutin. Ketiga hal ini mungkin akan sulit diterapkan kembali jika Anda beraktivitas seperti biasa.

7. Polusi udara menurun drastis


Selama penerapan social distancing, jalanan kota berubah sepi. Kemacetan lalu-lintas yang biasanya jadi pemandangan sehari-hari di kota-kota besar seperti Jakarta tak lagi terlihat. Dikutip dari Warta Ekonomi, Maret 2020, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebut, indeks kualitas udara Jakarta pada Jumat, 28 Maret 2020 berada di level 89 atau kategori sedang. Kualitas udara Jakarta lebih bagus dari Rotterdam di Belanda, Berlin di Jerman, dan Kathmandu di Nepal.

8. Perairan jadi lebih bersih


Selama penerapan social distancing, seluruh obyek wisata ditutup. Keramaian di tempat wisata biasanya menyisakan banyak sampah. Meskipun sudah disediakan tempat sampah, masih ada saja yang membuang sampah sembarangan. Maka, ketika fasilitas publik itu ditutup, imbasnya sangat terasa pada kebersihan di obyek wisata.

Salah satunya terlihat pada sungai di Venezia Italia yang selama ini tercemar karena lalu lintas kapal wisata yang sangat padat. Setelah penerapan kebijakan lockdown, air sungai berubah menjadi bening. Ikan-ikan yang berenang di air terlihat jelas dan burung angsa bermunculan.


Artikel Lainnya